BLH Depok Memantau Pabrik Pencemar Sungai Ciliwung

BLH Depok Memantau Pabrik PencemarWARTA KOTA, DEPOK-Pencemaran Sungai Ciliwung yang dilakukan sekitar 300 pabrik dan industri rumahan di Depok yang terus terjadi dinilai oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, akibat lemahnya pengawasan dan pemantaun yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok. BLH Kota Depok ibarat macan ompong.

Menanggapi tudingan itu, Plt Kepala BLH Depok Kania Purwanti menyatakan, pemantauan dan pendataan terhadap pabrik yang membuang limbahnya ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu masih berlangsung dan tengah dilakukan.

“Pemantauan dan pendataan masih dilakukan. Penindakan akan segera kami lakukan,” katanya, Minggu (8/6/2014).

Kania menjelaskan, penyegelan kepada pabrik nakal yang tidak mengindahkan Perda Kota Depok Nomor 9/2010 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun akan segera dilakukan setelah semua bukti mereka kumpulkan.

“Terutama pada pabrik yang tidak memiliki penampungan Ipal Komunal. Mau itu perumahan, pabrik dan hunian warga kami akan segel segera jika mencemari lingkungan. Kami akui memang ini sedikit terlambat karena kekurangan personil,” ujarnya.

Menurut Kania, ia memastikan semua pelanggaran terhadap kerusakan lingkungan akan ditindak tegas.

“Kami akan tindak tegas, tinggal tunggu waktu saja,” ujarnya.