Depok Antara Penghijauan, Sampah, dan Amal

Gerakan Depok menanam di bantaran Sungai Ciliwung, cegah banjir DKI

Hampir tiap daerah yang rutin kebanjiran melakukan pencegahan dan solusi banjir tatkala air sudah masuk ke rumah-rumah warga. Ketika sudah ada korban jiwa yang tenggelam terseret arus air. Entah itu penanaman pohon, pembuatan tanggul, waduk, dan sejenisnya. Hal tersebut tidak salah, tapi sebuah action yang boleh dibilang lebih banyak ruginya ketimbang penanggulangannya. Berapa persen yang bisa terbantu dengan solusi banjir ketika banjir sudah sedada orang dewasa. Ketika jalanan semua terkepung air. Jangankan untuk memberi bantuan, untuk berjalan melewati dalamnya air saja sangat sulit. Itulah yang tiap tahun terjadi di negeri ini. Bertindak ketika musibah itu datang. Bukan mempersiapkan sebelum musibah itu datang.Hal itulah yang kini menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota Depok. Komitmennya terhadap masalah lingkungan dan bencana banjir bukan basa-basi, bukan retorika politik saja melainkan implementasi action yang melibatkan banyak pihak. Meskipun tidak terkena dampak banjir namun begitu peduli terhadap banjir di yang sangat sering terjadi di DKI Jakarta.

Depok, raih predikat kota terbanyak menanam pohon se-Jawa Barat

Seperti aksi nyata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail pada 15 Maret 2014 lalu yang melakukan kegiatan bersih-bersih kali Ciliwung di sepanjang kali Ciliwung Grand Depok City Kota Depok. Turut berpartisispasi juga beberapa Dinas terkait dalam kegiatan ini yaitu Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Tata Ruang dan Permukiman, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Komunitas Ciliwung dan warga serta tokoh masyarakat.”Sinergi yang baik antara Pemkot Depok, warga dan komunitas dalam mengelola ciliwung merupakan kegiatan penting dalam memelihara sungai. Kegiatan ini saya rasa merupakan bukti yang sangat positif dari kesadaran kita semua,” ujar Nur Mahmudi.Gerakan menanam untuk penghijauan yang dilakukan Depok terbukti telah menghasilkan penghargaan sebagai kota terbanyak menanam pohon se-Provinsi Jawa Barat. Tapi bukan itu tujuannya. Melainkan agar seluruh wilayah di Kota Depok itu menjadi hijau dan asri sehingga kadar polutannya di bawah standar kesehatan udara di kota. Saat ini Pemkot Depok juga sedang menggalakkan pembuatan sumur resapan dan sumur imbuhan, selain juga terus konsisten dalam hal pengolahan sampah. Perilaku hidup bersih serta pemilahan sampah dan pengelolaan sampah terus diupayakan oleh Pemkot demi tercipta kota yang sehat dan hijau. Sanksi tegas pun diberlakukan terhadap warga yang membuang sampah sembarangan.Gerakan memilah sampah yang digawangi oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Depok telah menuai hasil. Salah satu indikatornya adalah dari awalnya terdapat kurang dari 10 bank sampah, kini di Depok telah tersebar 50 lebih bank sampah. Gerakan memilah sampah ini adalah bagian dari upaya membuat Depok menjadi kota yang bersih dan hijau. Bahkan Depok kini sering diundang ke beberapa daerah di Indonesia untuk mempresentasikan bagaimana mengelola sampah perkotaan agar bisa bermanfaat.

Bank sampah Kota Depok yang sukses mendulang rupiah

Peran serta masyarakat dan perusahaan dalam melakukan penanaman pohon sangat luar biasa. Menurut Wali Kota Depok, gerakan ini juga menjadi ladang amal bagi warga Depok, sebab dari perspektif agama, menghijaukan lingkungan dengan tanaman yang kita tanam merupakan sedekah dan amal jariah bagi kita, walau nantinya kita telah berpulang, selama tanaman itu tumbuh.Menanam pohon, memilah sampah, dan amal itu di depan kita. Tanpa melihat beragam perbedaan dan siapa yang mencetuskan gerakan tersebut, Anda bisa menerapakan ketiga unsur tersebut supaya hidup kita bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat manusia. Lingkungan kita akan hijau, sehat, manfaat, dan pahala yang akan terus mengalir untuk kita